Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Pendidikan

Pengertian Teknologi

Assoiation for educational kominiation an technology (1980) mendefinisikan eknologi pendidikan sebagai berikut :

Teknologi pendidikan adalah suatu proses kompleks yang terintergrasi meliputi manusiA, prosedur, ide dan peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah yang mencakup semua aspek belajar, serta meranang, melaksanakan, menilai dan mengelola pemeahan masalah itu. Dengan demikian, secara umum teknologi pendidikan diarikan sebagai media yang lahir direvolusi teknologi komunikasi yang dapat digunakan untuk tujuan pengajaran pengajaran, disamping guru, buku dan papan tulis.

Kemudian Nasuion (1982) Juga mengungkapkan, pada hakikatnya teknologi pendidikan adalah suatu pendekatan yang sistematis dan kritis tentang pendidikan. Teknologi pendidikan memandang soal mengajar dan belajar sebagai suatu masalah atau problema yang harus dihadapi seara rasional dan ilmiah. Oleh karena iu langkah yang terpenting dalam rangka kegiatan belajar mengajar, tidak semata mata media teknologi komunikasi yang rumit dan kompleks.

Dasar Pemikiran Teknologi Pendiddikan

Dasar Pemikiran Teknologi Pendiddikan dapat di tinjau dari tujuan  pendidikan, taiu mengubah anak dan cara berpikir dan marasa berbuat, jadi mengubah kelakuan. Kurikulum disusun untuk mendorong anak berkembang ke arah tujuan itu. sudah selayaknya pendidik maupun anak didik harus tahu apa yang harus dicapai. atau tegasnya harus diketahui dengan jelas apa yang dapat dilakukan oleh murid sebagai hasil pelajaran yang tidak dapat dilakukannya sebelum ia mempelajarinya. Perkembangan ilmu pengetahuan telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, baik dalam ekonomi, sosial, budaya maupun pendidikan. Oleh karena itu agar pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan iptek tersebut, perlu adanya penyesuain-penyesuaian, terutama sekali yang berkaitan dengan faktor-faktor pengajaran disekolah. Salah satu faktor tersebut adalah media pembelajaran berbasis teknologi yang perlu dipelajari dan dikuasai guru/calon guru, sehingga mereka dapat menyampaikan materi pelajaran kepada para siswa secara baik berdaya guna dan berhasil guna.

Seiring dengan berkembangnya pendidikan dan sistem pendidikan di Indonesia, seluruh elemen masyarakat, utamanya yang terkait langsung dengan pendidikan dituntut untuk lebih kreatif dan profesional untuk mengembangkan pendidikan. Selain itu, para pelaku pendidikan juga diharapkan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan bersama sesuai dengan kebutuhan dan tantangan pendidikan.   Kesadaran tentang pentingnya pendidikan dan teknologi yang dapat memberikan harapan dan kemungkinan yang lebih baik di masa mendatang, telah mendorong berbagai upaya dan perhatian seluruh lapisan masyarakat terhadap setiap gerak dan langkah, dalam perkembangan dunia pendidikan.

Pendidikan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas hidup, pada intinya bertujuan untuk memanusiakan manusia, mendewasakan, serta merubah prilaku dan meningkatkan kualitas hidup. Seperti dijelaskan dalam al-quran surat Al-Mujadalah ayat 11 yang berbunyi : “Niscaya Allah akan meninggikan orang-oran yang beriman diantara kamu, dan beberapa orang, yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat, dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS. Al-Mujadalah:11). Untuk itulah perlu adanya cara atau metode untuk menjawab tangtangan-tantangan yang muncul seiring dengan berkembangnya waktu, dan dan bagaimana pencapain kurikulum secara maksimal, maka dari itu peranan penting teknologi sangatlah penting dalam pencapaian pendidikan yang maksimal, dan khususnya yang berkaitan dengan pendidikan agama Islam.

Dengan pendekatan teknologi pendidikan, kita dapat menggunakan metode ilmiah untuk menguji-cobakan hipotesis-hipotesis tentang cara yang paling efektif guna mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Usaha ini pada hakikatnya tidak berbeda dengan metode pemecahan masalah (method of problem solving) yang dilakukan dalam bidang lainnya.

Dalam garis besar, langkah-langkah yang diikuti dalam metode teknologi pendidikan adalah :

  1. Merumuskan tujuan yang jelas yang harus dicapai yang dapat dipandang sebagai masalah.
  2. Menyajikan pelajaran menurut cara dianggap serasi yang kita pandang sebagai “hipotesis”yang perlu dites.
  3. Menilai hasil pelajaran untuk memuji hipotesis itu.
  4. Mencari perbaikan andaikan hasilnya belum memenuhi syarat atau standar yang ditentukan dan melangsungkan percobaan dengan cara lain sampai tercapai apa yang diharapkan.

Teknologi pendidikan mengharuskan guru merumuskan tujuan yang jelas memikirkan metode yang dianggapnya paling efektif untuk mencapai tujuan itu. Tujuan yang jelas merupakan pegangan untuk memilih metode yang tepat. Banyak guru yang masuk kelas tanpa mengetahui dengan jelas apa yang ingin dicapainya dalam jam pelajaran itu.tanpa tujuan yang jelas kita tak kan tahu ke mana kita pergi dan apakah kita sampai ke tempat yang diharapkan, proses pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar.

Seorang harus memperhatikan karakteristik anak yang akan menghayati pengalaman belajar tersebut sebagai satu kesatuan yang utuh. Pengemasan pembelajaran harus dirancang secara tepat karena akan berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman belajar anak. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual baik di dalam maupun antar matapelajaran, akan memberi peluang bagi terjadinya pembelajaran yang efektif dan lebih bermakna.

Selanjutnya teknologi pendidikan menuntut agar diadakan penilaian yang segera tentang apa yang telah dipelajari. Banyak guru yang melakukan hanya beberapa kali dalam satu semester  dalam bentuk ulangan. Penilaian yang segera setelah pelajaran ,memberikan keterangan tentang prestasi anak dan sekaligus tentang kemampuan metode penyajian guru.

Penilaian itu berfungsi sebagai :

  1. Alat mengukur hasil belajar murid.
  2. Alat bagi guru untuk menilai efekviitasnya mengajar
  3. Titik tolak untuk memperbaiki prestasi anak dengan menganalisis  kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat serta memperbaiki metodenya mengajar.

Bila guru menerapkan prinsip-prinsip teknologi pendidikan secara konsekuen, maka terbuka jalan untuk memperbaiki mutunya sebagai guru, ia akan memandang proses mengajar mengajar sebagai problema yang tak berkesudahan yang dihadapinya secara obyektif dan ilmiah. Dengan sikap serta usaha demikian mengajar akan dapat dikembangakan dan ditingkatkan menjadi profesi dalam arti yang sebenarnya.

Langkah-langkah dalam tegnologi pendidikan seperti digambarkan pada bagan itu dapat digunakan sebagai pedoman untuk menyusun program suatu lembaga pendidikan tapi juga merencanakan suatu  pelajaran bahkan untuk memecahkan tiap masalah pengajaran yang suwaktu-waktu timbul dalam kelas, misalnya pertanyaan murid tentang suatu yang kurang dipahaminya. Dalam menghadapi masalah mengajar-belajar guru harus berfikir: Apa tujuanya? Apa yang harus dapat dilakukan oleh murid? Bagamaina cara mencapai tujuan itu ? Bagaimana hasilnya? Bagaimana hasilnya? Bila tidak memuaskan bagaimana cara memperbaikinya?. Inilah beberapa hal yang harus di dikuasai oleh seorang pendidik.

Pengembangan Teknologi

Tampak konsep teknologi pengajaran merupakan gejala baru di dalam dunia pendidikan dan latihan. Namun, bahwasanya konsep dasarnya telah berkembang sejak berabad- abad dari hasil pemikiran dari konsep konsep pengajaran sebelumnya.

Perkembangan dari berbagai metode pengajaran saat ini merupakan tanda lahir teknologi. Sekalipun dari latar belakang sejarahnya, tidak berdasarkan ilmu pengetahuan seperi yang kita ketahui. Dalam metode pengajaran terkandung konsep konsep yang mempengaruhi cara berfikir, bertindak, penelitian dan pengembangan pembelajaran yang kemudian dikenal sebagai teknologi.

Pengembangan jaringan informasi `merupakan upaya mendasar yang perlu disegerakan kepada masyarakat kalangan bawah, seperti kelompok rumah tangga miskin, rentan, takberdayal adalah kelompok sasaran yang paling diutamakan. Karena dengan cepat perkembagan teknologi dari,teknologi cetak, teknologi audio-visual dan Pada 1930-an felm mulai digunakan untuk kegiatan pembelajaran, teknologi berbasis komputerdan  teknologi terpadu.

Dalam pengembagan Teknologi dapat dikelompokkan menjadi teknologi rendah, sedang, atau teknologi tinggi. Teknologi rendah tidak menggunakan kelistrikan; yaitu tidak perlu dicolok dan tidak juga membutuhkan baterai. Sebagai misal, sebuah kaca pembesar untuk memperbesar bahan-bahan cetakan bagi siswa yang terhambatan secara penglihatan digolongkan teknologi pembantu berteknologi rendah.

Teknologi menengah membutuhkan kelistrikan. Buku mini berpendar untuk meningkatkan pencahayaan merupakan contoh teknologi menengah. Teknologi tinggi melibatkan penggunaan komputer. Membaca kurzweil merupakan contoh dari teknologi pembantu berteknologi tinggi.

Pengembagan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Pesatnya pengembangan TIK, khususnya internet, memungkinkan pengembangan layanan informasi yang lebih baik dalam suatu institusi pendidikan. Di lingkungan perguruan tinggi, misalnya, pemanfaatan TIK lainnya, yaitu diwujudkan dalam suatu system yang disebut electronic university (e-university). Pengembnggan e-university bertujuan untuk mendukung penyelenggaran pendidikan, sehingga perguruan tinggi dapat memberi pelayanan informasi yang lebih baik kepada komunitasnya, baik didalam maupun di luar peguruan tinggi tersebut melalui internet.

Layanan pendidikan lain yang bisa dilaksanakan melalui internet yaitu dengan menyediakan materi kuliah di dalam jaringan (online) dan materi kuliah tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan. Hal ini mempermudah pemberian informasi bagi siapa pun kesulitan informasi karena masalah ruang dan waktu. Lingkungan akademis pendidikan Indonesia yang sudah akrab dengan implikasi TIK di bidang pendidikan adalah UI dan ITB. Hampir setiap fakutlas di UI memiliki jaringan yang dapat di akses oleh masyarakat, memberikan informasi bahkan bagi yang sulit mendapatkannya karena problema ruang dan waktu.

Demikian juga dengan UPI, melalui proses pengembangan sarana prasarana serta updating SDM telah mampu berkiprah dalam pemanfaatan TIK unuk kepentingan kebijakan pendidikan, diantaranya di fakultas ilmu pendidikan, melalui program studi teknologi pendidikan dengan laboratorium virtualnya mampu membangun automasi jadwal perkuliahan, kinerja dosen secara online, portofolio online, jurnal online, dan sebagainya.

Hal ini tentunya sangat membantu calon mahasiswa maupun mahasiswa atau bahkan alumni yang membutuhkan informasi tentang biaya kuliah, kurikulum, dosen pembimbing, atau banyak lagi yang lainnya. Contoh lain yakni universiatas bina nusantara yang juga memiliki jaringan internet yang sangat mantap, yang membuat mereka layak mendapatkan penghargaan akademi pendidikan Indonesia dengan situs terbaik. Layanan yang disediakan situs mereka dapat dibandingkan dengan layanan yang disediakan oleh situs – situs pendidikan luar negeri  seperti institut pendidikan California, institut pendidikan Virginia, dan sebagainya. Sebagai contoh, pada tingkat pendidikan SMU implikasi TIK juga sudah mulai dilakukan walaupun belum mampu menjajal dengan implikasi – implikasinya pada tingkatan pendidikan lanjutan.  Di SMU, rata – rata pengguna internet hanyalah sebagai fasilitas tambahan dan TIK belum menjadi kurikulum utama yang diajarkan untuk siswa. TIK belum menjadi madia  database utama bagi nilai – nilai, kurikulum, siswa, guru, atau yang lainnya. Namun prospek untuk masa depan, penggunaan IT di SMU cukup cerah. Selain untuk melayani institut pendidikan secara khusus, dapat juga digunakan untuk dunia pendidikan secara umum di Indonesia.

Ada juga layanan situs internet yang menyajikan kegiatan system pendidikan di Indonesia. Situs ini dimaksudkan untuk merangkum informasi yang berhubungan dengan perkembangan pendidikan yang terjadi dan untuk menyajikan sumber umum serta jaringan komunikasi (forum) bagi administrator sekolah, para pendidik dan para peminat lainnya. Tujuan utama dari situs ini yaitu sebagai wadah untuk saling berhubungan yang dapat menampung semua sector utama pendidikan. Selain lingkungan pendidikan, misalnya pada kegiatan penelitian, kita dapat memanfaatkan internet guna mencari bahan ataupun data yang dibutuhkan untuk kegiatan tersebut melalui mesin pencari.

Situs tersebut sangat berguna pada saat kita membutuhkan artikel, jurnal, atupun referensi yang dibutuhkan. Inisiatif – inisiatif penggunaan TIK dan internet di luar instusi pendidikan formal, tetapi masih berkaitan dengan lingkungan pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang sekarang sudah ada yaitu situs penyelenggaraan “komunitas sekolah indonesia”. Situs yang menyelenggarakan kegiatan tersebut contohnya plasa.com dan smu-net.com. Pengembangan dan penerapan TIK juga bermanfaat untuk pendidikan dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. Salah satu aspeknya adalah kondisi geografis Indonesia dengan sekian banyaknya pulau yang berpencar – pencar dan kontur permukaan buminya yang sering kali tidak bersahabat, biasanya diajukan untuk menjagokan pengembangan dan penerapan TIK untuk pendidikan. TIK sangat mampu dan dijagokan agar menjadi fasilitator utama untuk meratakan pendidikan di bumi nusantara sebab TIK mengandalkan kemampuan pembelajaran jarak jauh tidak terpisah oleh ruang, jarak, dan waktu. Demi penggapaian daerah – daerah yang sulit, tentunya penerapan ini dapat dilakukan sesegera mungkin di Indonesia.

Pemanfaatan Teknologi

Sudah selayaknya lembaga – lembaga pendidikan yang ada segera memperkenalkan dan memulai penggunaan dan memanfa’atkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sebagai basis pembelajaran yang lebih mutakhir. Hal ini penting, mengingat penggunaan TIK merupakan salah satu faktor penting yang memungkinkan kecepatan transformasi ilmu pengetahuan kepada para peserta didik, generasi bangsa ini secara lebih luas.

Dalam konteks yang lebih spesifik, dapat dikatakan bahwa kebijakan penyelenggaraan pendidikan, baik yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah, maupun masyarakat harus mampu memberikan akses pemahaman dan penguasaan teknologi mutakhir yang luas kepada para peserta didik. Progam pembangunan pendidikan yang terpadu, terarah dan berbasis teknologi paling tidak akan memberikan multiplier effect dan nurturing effect terhadap hampir semua sisi pembangunan pendidikan sehingga TIK berfungsi untuk memperkecil kesenjangan penguasaan teknologi mutakhir, khususnya dalam dunia pendidikan.

Pembangunan pendidikan berbasis TIK setidaknya memberikan dua keuntungan. Pertama, sebagai pendorong komunita pebdidikan (termasuk guru) unuk lebih apresiatif dan proaktif dalam maksimalisasi potensi pendidikan. Kedua, memberikan kesempatan luas kepada peserta didik dalam memanfaatkan setiap potensi yang ada, yang dapat diperoleh dari sumber – sumber yang tidak terbatas.

Adapun kedudukan lain TIK dalam pendidikan, yaitu :

  1. Mempermudah kerjasama antar Pelajar dan Pendidik, menghilangkan batas ruang, jarak, dan waktu.
  2. Sharing information, sehingga hasil penelitian dapat digunakan bersama – sama dan mempercepat pengembangan ilmu pngetahuan.
  3. Virtual university, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak.
  4. Serta Penyediaan pendidikan untuk mendukung pelaporan kepada Kantor Dinas Pendidikan yang terkait dengan Ujian Akhir Nasional (UAN) dan Badan Akreditasi Sekolah (BAS).
  5. Donald p.ely (1979) mengemukakan beberapa manfaat media teknologi pendidikan, yaitu : meningkatkan produiktivitas pendidikan, memberikan kemungkinan kegiatan pengajaran bersifat individual, memberi dasar yang lebih dinamis terhadap pendidikan, pengajaran yang lebih mantap, memungkinkan belajar seecara seketika dan penyajian pendidikan lebih luas. Adapun manfaat media teknologi pendidikan lebih rinci menurut ely (1979) adalah sebagai berikut :
  • meningkatkan mutu pendidikan dengan jalan mempercepat rate of learning’, membantu guru untuk menggunakan waktu belajar secara lebih baik, mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, aktivitas guru lebih banayak diarahkan untuk meningkatkan kegairahan anak.
  • memberi kemungkinan pendidikan yang sifatnya lebih individual dengan jalan memperkecil atau mengurangi control guru yang tradisional dan kaku, memberi kesempatan luas kepada anak untuk berkembang menurut kemampuannya, memungkinkan mereka belajar menurut cara yang di kehendaki.
  • memberi dasar pengajaran yang lebih ilmiah dengan jalan menyajikan atau mernecanakan program pengajaran secara logis dan sistematis, mengembangkan kegiatan pengajaran melaui penelitian, dan sebagai pelengkap maupun sebagai terapan.
  • pengajaran dapat dilakukan secara mantap dikarenakan meningkatnya kemampuan manusia sejalan dengan pemanfaatan media komunikasi, informasi dan data dapat di sajikan lebih konkret, rasional.
  • meningkatkan terwujudnya ‘immediacy of learning’  karena media teknologi dapat menghilangkan atau mengurangi jurang pemisah antara kenyataan di luar kelas dengan kenyataan yang ada di dalam kelas, memberikan pengetahuan langsung.
  • memberikan penyajian pendidikan lebih luas, terutama melaui media massa, dengan jalan memanfaatkan secara bersama dan lebih luas peristiwa-peristiwa langka, menyajikan informasi yang tidak terlalu menekankan batas ruang dan waktu.

Uraian di atas memberi gambaran kepada kita bahwa teknologi pendidikan atau pemanfaatan teknologi untuk tujuan pendidikan mempunyai manfaat luas. Teknologi pendidikan memungkinkan kegiatan belajar mengajar lebih produktif, ilmiah, diindividualisasikan, powe fu, immediacy, sejalan dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentu saja hal ini tidak sederhana. Teknologi pendidikan menuntut pengetahuan tertentu dari subjek pendidikan, oleh karena itu teknologi pendidikan teknologi yang di bahas dalam karya ini adalah bagian integral dari keseluruhan kegiatan pendidikan untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap anak.

Penulis : Mustami’
Editor   : Mustami’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *